Studi Fenomenologi Penerapan Metode Pembelajaran Self Directed Learning Plus (SDL+) Pada Mahasiswa AKPER YKY Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.64730/jrdbantul.v25i4.156Kata Kunci:
pembelajaran SDL , Self Directed Learning Plus (SDL )Abstrak
Pendidikan kedokteran dan kesehatan keterampilan klinik diberikan dalam bentuk skills lab, yaitu suatu program simulasi dimana mahasiswa pendidikan dokter diberikan materi dan berbagai cara serta tindakan terhadap berbagai kasus medis. Self Directed Learning Plus (SDL +) merupakan salah satu metode pembelajaran yang berpusat ke mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan dan skill mahasiswa. Di era global mahasiswa keperawatan dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan, attitude, juga keterampilan klinik di berbagai bidang. Penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengalaman mahasiswa pada penerapan metode Self Directed Learning Plus (SDL +). Metode dalam Rancangan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yaitu mendeskripsikan, menginterpretasikan dan menganalisis secara mendalam. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Colaizzi. Berdasarkan hasil wawancara yang didapatkan menunjukkan bahwa penerapan metode SDL+ pada mahaisswa semester IV STIKES YKY Yogyakarta kurang efektif, mahasiswa merasa kesulitan, dan mahasiswa kurang dapat memahami materi yang disampaikan, ini dikarena mahasiswa terbiasa dengan metode pembelajaran secara konvensional sehingga pada saat diterapkan metode pembelajaran yang baru, mahasiswa cenderung kesulitan untuk menyesuaikan sedangkan modal utama untuk menerapkan metode SDL adalah kemandirian dan inisiatif mahasiswa. Pengalaman mahasiswa dalam ranah peningkatan kemampuan kognitif mahasiswa terhadap penerapan metode pembelajaran SDL+ adalah terdapat peningkatan kemampuan kognitif yang tidak signifikan dalam memahami materi perkuliahan yang disampaikan serta mahasiswa mengalami kesulitan ketika mengikuti perkuliahan dengan metode SDL-.
Referensi
Afiyanti, Y.,& Rachmawati, I.N.(2014). Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Riset KeperawatanI.Jakarta: Rajawali Pers.
Candy, P. C. (1991). Self-direction for Lifelong Learning: A Comprehensive Guide to Theory and Practice. Jossey-Bass.
Falestin, Y. (2010). Peningkatan Prestasi Belajar Akuntansi Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 6 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010. [Skripsi]. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Garrison, D. R., & Vaughan, N. D. (2008). Blended Learning in Higher Education: Framework, Principles, and Guidelines. Jossey-Bass.
Garrison, D. R. (2017). E-Learning in the 21st Century: A Community of Inquiry Framework for Research and Practice. Routledge.
Knowles, M. (1975). Self-Directed Learning: A Guide for Learners and Teachers. Association Press.
Mukminan, et al. (2013). Modul Pelatihan Pengembangan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti): Keterampilan 120 Dasar Mengajar. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Kurikulum Instruksional dan Sumber Belajar Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.
Satriyaningsih, 2009, “Efektivitas Metode Pembelajaran Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi pada Pokok Bahasan Ekosistem pada Siswa Kelas VII SMP Bhinneka Karya Klego Boyolali Tahun Ajaran 2008/ 2009”, Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta








