Studi Toponimi Identitas Keanekaragaman Hayati di Kapanewon Imogiri
DOI:
https://doi.org/10.64730/jrdbantul.v26i2.165Kata Kunci:
toponymy, biodiversity, local wisdomAbstrak
Toponimi merupakan salah satu cabang ilmu onomastika yang mempelajari nama tempat. Pemberian nama tempat dapat diartikan sebagai upaya manusia untuk mengenali identitas dan mengetahui segala sesuatu yang ada disekitar. Nama suatu tempat, bukanlah sekadar objek fisik, akan tetapi lebih pada makna simbolik sebagai aktualisasi diri manusia dan hubungannya dengan alam. Penamaan tempat tersebut bukan sekedar penanda identitas, tetapi juga mewakili hubungan yang mendalam antara manusia dan alam. tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui toponimi sebagai identitas keanekaragaman hayati dan kearifan lokal di Kapanewon Imogiri. Data yang digunakan adalah data nama nama tempat seperti padukuhan dan Kalurahan di Kapanewon Imogiri serta Studi literatur yang dilakukan dengan mengumpulkan literatur kajian, buku, jurnal toponimi dan keanekaragaman hayati. Metode penilitian ini terdiri dari pengumpulan data dan informasi, analisis data, dan penyajian data. Penelitian menggunakan metode dokumentasi dengan pendekatan deskriptif. Penerapan Toponimi sebagai identitas keanekaragaman hayati dan sebuah kearifan lokal pada wilayah Kapanewon Imogiri adalah ditemukan 20 nama padukuhan di Kapanewon Imogiri yang merupakan toponimi merujuk pada nama pohon lokal, yaitu Kedungjati, Nogosari, Pelemantung, Putat, Kalidadap I, Kalidadap II, Mandingan, Salaman, Miri, Jati, Jatirejo, Pelemadu, Pucunggrowong, Mojolegi, Bendo, Pundung, Cengkehan, Nogosari I, Nogosari II, dan Karangasem. Nama-nama tempat yang terhubung dengan flora lokal diharapkan dapat mendorong upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
Referensi
A. Widianti and Yuniseffendri, “Toponimi Nama Kabupaten dan Kota Di Jawa Timur,” BAPALA, Volume 11 Nomor 3, 2024. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62700
A. Mursidi, dan Dhalia Soetopo, “Toponimi Kecamatan Kabupaten Banyuwangi Pendekatan Historis,” Penerbit Lakeisha. Klaten. Klaten, Jawa tengah, 2021.
L.P.P. Pertiwi, S. Suyanto, and S. P. Astuti, “Toponimi Nama-Nama Desa di Kabupaten Ponorogo (Kajian Antropolinguistik),” NUSA, Vol. 15 No. 3 Agustus 2020. Universitas Diponegoro. Semarang. 2020. 10.14710/nusa.15.3.330-340
S. Handjajanti and P. Puspitasari, “Kearifan Lingkungan: Model Konseptual Keberlanjutan,” dalam Seminar Nasional Keberlanjutan Ruang Huni Masa Depan Eko-Arsitektur, 203–211. Jurusan Arsitektur-FTSP. Universitas Trisakti. 2018.
M. Asril, M.M.T. Simarmata, S. P. Sari, Indarwati, R.B. Setiawan, Arsi, Afriansyah, and Junairiah, “Keanekaragaman Hayati, ” Penerbit Kita Menulis, 2022 ISBN: 978-623-342-484-4 Cetakan 1, Mei 2022. Medan.2022. https://kitamenulis.id/2022/05/26/keanekaragaman-hayati/
H. Maulina,”Keanekaragaman Hayati Dalam Nama Daerah Jakarta Selatan Sebagai Sumber Belajar Biologi Berbasis Kearifan Lokal,” dalam Skripsi. Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta. 2024.
M.I. Septiani and N. Fateah, ”Nilai Kearifan Lokal Dalam Toponimi Tempat Wisata Di Kabupaten Wonogiri,” Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra P-ISSN: 1978-8800, E-ISSN: 2614-3127. Vol. 18 No. 2, Juli 2025, hal 441-454. https://doi.org/10.30651/st.v18i2.26423
M.A. Fauzi, T. Maria, D. Setiadi, and H. A. Adinugraha, “Variasi Morfologi Empat Spesies Jati ( Tectona Sp) di Asia Tenggara,” Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, Vol. 5 (2): 115-123, Juni 2020 p-ISSN 2527-3221, e-ISSN 2527-323X, DOI: 10.24002/biota.v5i2.2946, https://ojs.uajy.ac.id/index.php/biota
Yuliah, H. Lukman, and H. Yayan,“Nagasari (Mesua ferrea): Budidaya dan Potensinya sebagai Tanaman Obat,” dalam Proceeding Biology Education Conference Volume 15, Nomor 1 Halaman 808-812 p-ISSN:2528-5742 Oktober 2018 SP-016-008. Yogyakarta. 2018.
F. Mas’ud, “Kajian Potensi Kulit Buah Mangga Sebagai Bahan Pangan,” Jurnal Agritechno, Vol. 16, No. 01, April 2023. http://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at https://doi.org/10.20956/ at.v16i1.1008 ISSN Online: 2656-2413 ISSN Print: 1979-7362 13. 2023. http://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at
S. Syamsudin, Andi and B. Sitorus, ”Isolasi Dan Karakterisasi Senyawa Fenolik Dari Daun Putat (Planchonia Valida Blume). Program Studi Kimia”, Journal of Pure and Applied Chemistry. Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura. Pontianak Indonesian. 2022
Wahyuni, U.N. Ma’aidah, and C.A. Saputri,“Formulasi Dan Karakterisasi Hidrogel Ekstrak Daun Dadap Serep (Erythrina Folium) Dalam Bentuk Plester Sebagai Penurun Demam,” Jurnal MEDFARM: Farmasi dan Kesehatan ISSN : 2715-9957 Vol. 8, No.1, Oktober 2019, hal 8-14 8. Akafarma Sunan Giri Ponorogo, 2019. DOI:10.48191/medfarm.v8i1.11
H.B. Santoso, “Daun Dadap Serep: Seri Mukjizat Daun,” Penerbit Pohon Cahaya Semesta Anggota IKAPI. Yogyakarta. 2019
D.F. Rosida,“Lamtoro Gung: Produk, Sifat Fungsional dan Manfaatnya,” Penerbit Indomedia Pustaka. Sidoarjo. 2022. https://repository.upnjatim.ac.id/10611/1/1.buku_lamtoro_gung.ok.pdf
B. Wasis, and Deni, “Pertumbuhan Semai Salam (Syzygium Polyanthum) Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Sapi Dan Arang Sekam Pada Tanah Tercemar Oli Bekas,” Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 14 No. 01, April 2023, Hal 47-55. 2023.
D.R. Wahyudi, D. Syahfitri, D. Adelia, and Rizka,“Daun Salam (Syzygium polyanthum) Rempah Khas Indonesia dengan Berbagai Manfaat Farmakologi,” dalam Literature Review Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Kota Medan. 2024.
A. Najib, A.T. Olli., and Y. Puspitasari,”Optimasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Menggunakan Metode Konvensional Dangreen Extractionserta Profil Kimia dan potensi Antioksidannya,” Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 11(1), 2025, 55–65. https://doi.org/10.35311/jmpi.v11i1.717
Juliati, “Analisis Nilai Manfaat Ekonomi Tanaman Kemiri (Aleurites Moluccana) di Desa Bungin Kecamatan Bungin Kabupaten Enrekang,” dalam skripsi. Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar. 2019
H. Krisnawati, M. Kallio, and M. Kanninen, Aleurites moluccana (L.) Willd. Ekologi, Silvikultur dan Produktivitas. Diterjemahkan dari Aleurites moluccana (L.) Willd.: ecology, silviculture and productivity. Center for International Forestry Research CIFOR. Bogor. 2011.
F. Anaba, N.L.P. Ika, and Andriyanto, “Potensi Infusa Kemiri (Aleurites moluccana) sebagai Analgesik dan Stimulator Stamina,” Acta Veterinaria Indonesiana P-ISSN 2337-3202, E-ISSN 2337-4373 Vol. 9, No. 1: 14-20, Maret 2021. Fakultas Kedokteran Hewan IPB. http://www.journal.ipb.ac.id/indeks.php/actavetindones
Ferdinandus, “Strategi Pengembangan Usaha Komoditi Tanaman Kemiri di Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju” dalam Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Bosowa Makassar. 2021
T. Paramitasari, A.H. Mukaromah, and F.A. Wardoyo, “Efektivitas Biji Kluwek (Pangium Edule) Sebagai Bahan Pengawet Alami Ditinjau Dari Profil Protein Udang (Panaeus Sp) Berbasis Sds-Page,” Jurnal Labora Medika. Universitas Muhammadiyah Semarang. Semarang. 2020. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JLabMed
M. Yunus, and P.C. Krishna, “Potensi tumbuhan keluak (Pangium edule Reinw) sebagai sumber antioksidan, antimikroba, dan aplikasinya dalam bidang pangan,” Jurnal Agrointek Jurnal teknologi Industri pertanian Volume 18 No 4 Desember 2024: 913-925. Fak Pertanian, Universitas Mulawarman, Samarinda. 2024. https://journal.trunojoyo.ac.id/agrointek/article/view/20167
F. Hafidz, and Waluyo, “Analisis Diversitas Morfologi dan Potensi Persebaran Maja (Aegle marmelos (L.) Corr. dan Crescentia cujete L.) di Mojokerto,” Jurnal AGRO (2020) 7(2) 213-223. DOI: 10.15575/8808.Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Malang. 2020
W.T. Erliana, Jangan Tertukar, Beda Maja dan Berenuk. Trubus.id. 2024. https://trubus.id/jangan-tertukar-beda-maja-dan-berenuk/
M. Julianti, K. Febriyanti, R. Utami, E. Amelia, and D.E.N. Fitriana “Pemanfaatan Buah Berenuk (Crescentia cujete L.) sebagai Kerajinan dan Alat Rumah Tangga di Serang, Banten.,” Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), 6 (2) 2024: 120-133. 2024. http://jurnalmahasiswa.uma.ac.id/index.php/jibioma
I. Anwar, Yamin, Parawansah, Sabarudin, R. Malina, V. Aspadiah, L.S. Idrus, and N. Mutmainnah, “Penentuan Toksisitas Akut Ekstrak dan Fraksi Daun Maja (Aegle Marmelos L.) dan Identifikasi Gugus Fungsi,” Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 1(2), 131–139. Universitas Halu Oleo, Kendari. 2023. https://doi.org/10.33772/lansau.v1i2.17
N. As’ari, T.I. Sulistiyowati, P.R. Primandiri, and A.M. Santoso, “Etnobotani Tanaman Bendo (Artocarpus elasticus Reinw.),” dalam Seminar Nasional Sains, Kesehatan, dan Pembelajaran ISSN 2963-1890 509 di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Nusantara PGRI Kediri. 2022.
Tim Kebun Raya Indrokilo Boyolali, “Artocarpus elasticus Reinw. Ex Blume: Bendha,” dalam Buletin Kebun Raya Indrokilo bersama DLH Boyolali Volume 4. Edisi Agustus 2022.
L. Permatasari, S.Riyanto., and A. Rohman, “The Review of Baccaurea racemosa: Neglected Plants, but Potential to be Developed. Department of Pharmaceutical Chemistry,” Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, The Authors. Published by Atlantis Press International volume 46. 2022. http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/
I.M Dharmadewi, K.Y. Suryatini, I.G.A. Rai, I.W. Suanda, G.A.G. Wiadnyana, I.G.A.T.and Jayantika. 2025. Uji Efektivitas Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Apergillus Niger A.A. Jurnal Sains dan Teknologi Volume 14 Number 2, Tahun 2025, pp. 211-217. Jurusan Pendidikan Biologi, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, Denpasar. https://doi.org/10.23887/jst-undiksha.v14i2.96348
A. Pradana, D. Santosa, T.N.S. Sulaiman, “Potensi Cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry) di Indonesia Sebagai Sumber Daya Alam dan Bahan Baku Obat Antibakteri dan Antijamur,” dalam Majalah Farmaseutik, Volume 20 (1), 2024. UGM. Yogyakarta. 2023.
M. Silalahi, “Bioaktivitas Asam Jawa (Tamarindus Indica) dan Pemanfaatannya,” Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 7(2), 2020, 85-91 FKIP, Universitas Kristen Indonesia. 2020.








