Analisis Kelayakan Indikatif Pengembangan Mal Berbasis Ekonomi Lokal di Kabupaten Bantul

Penulis

  • Muhammad Farkhan Fadhlurokhman
  • Ryan Fathurrahman
  • Hendy Fauzi
  • Arifa Farhani
  • Adinda Salshabilla Zhauzha Huda
  • Dewa Anggara
  • Latifatul Isyarah
  • Sisilia Dorcelina Sapranim

DOI:

https://doi.org/10.64730/jrdbantul.v26i3.167

Kata Kunci:

Kelayakan Indikatif Mal, ekonomi lokal, tata ruang, koridor lokasi, kabupaten bantul

Abstrak

Perluasan aktivitas ekonomi metropolitan di Daerah Istimewa Yogyakarta meningkatkan relevansi penyediaan fasilitas ritel modern di kawasan periurban. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan indikatif pengembangan mal di Kabupaten Bantul melalui pembacaan potensi permintaan, koridor lokasi, pagar regulasi, serta desain ekonomi lokal yang inklusif. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif eksploratif berbasis data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), telaah dokumen, dan scorecard kebijakan. Data bersumber dari statistik ekonomi daerah, indikator kependudukan dan pengeluaran, data fiskal, regulasi daerah, serta literatur empiris mengenai lokasi mal, perilaku konsumen, catchment area, tenant mix, dan dampak perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bantul memiliki basis pasar yang kuat, ditandai oleh pertumbuhan PDRB riil dari Rp18.839,3 miliar pada 2020 menjadi Rp24.094,68 miliar pada 2025, jumlah penduduk sekitar satu juta jiwa, serta proporsi belanja nonmakanan sebesar 56,44 persen. Bantul bagian utara, terutama koridor Banguntapan–Ring Road Selatan–Wonosari/Imogiri Timur, muncul sebagai lokasi makro paling kuat karena memadukan basis penduduk yang besar, arus komuter, dan kedekatan dengan Kota Yogyakarta. Namun, kelayakan tersebut tetap bersyarat pada kesesuaian tata ruang, status lahan, Andalalin, persetujuan lingkungan, kelayakan finansial, serta perlindungan pasar rakyat dan UMKM. Penelitian menyimpulkan bahwa Bantul layak secara indikatif untuk masuk ke tahap studi teknis-finansial lanjutan, bukan pembangunan langsung, dengan model community-lifestyle mall sebagai arah kebijakan yang disarankan.

Referensi

Acacia, R., Tjung, L. J., & Wirawati, S. (2020). STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN MALL BARU DI KOTA HARAPAN INDAH. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 2(2), 2841. https://doi.org/10.24912/stupa.v2i2.8851

Anselmsson, J. (2006). Sources of customer satisfaction with shopping malls: A comparative study of different customer segments. The International Review of Retail, Distribution and Consumer Research, 16(1), 115–138. https://doi.org/10.1080/09593960500453641

Bantul, B. P. S. K. (n.d.). Jumlah Penduduk, Distribusi Persentase Penduduk, Kepadatan Penduduk, Rasio Jenis Kelamin Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Bantul, 2024—Tabel Statistik. Retrieved August 6, 2026, from https://bantulkab.bps.go.id/id/statistics-table/1/NzkwIzE=/jumlah-penduduk--distribusi-persentase-penduduk--kepadatan-penduduk--rasio-jenis-kelamin-penduduk--menurut-kecamatan-di-kabupaten-bantul--2024---.html

Christaller, W., & Baskin, C. W. (1966). Central places in Southern Germany. Prentice-Hall.

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (2026). Portal Data APBD: Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah Kabupaten/Kota. Jakarta: Kementerian Keuangan.

Firman, T. (2009). The continuity and change in mega-urbanization in Indonesia: A survey of Jakarta–Bandung Region (JBR) development. Habitat International, 33(4), 327–339. https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2008.08.005

Guy, C. M. (1998). Controlling New Retail Spaces: The Impress of Planning Policies in Western Europe. Urban Studies, 35(5–6), 953–979. https://doi.org/10.1080/0042098984637

Huff, D. L. (1964). Defining and estimating a trading area. Journal of Marketing, 28, 34–38.

Khosravian, J., Qureshi, S., Rostamzadeh, S., Moradi, B., Derakhshesh, P., Yousefi, S., Jamali, K., Ahmadi, R., & Nickravesh, F. (2024). Evaluating the feasibility of constructing shopping centers on urban vacant land through a spatial multi-criteria decision-making model. Frontiers in Sustainable Cities, 6, 1373331. https://doi.org/10.3389/frsc.2024.1373331

Krey, N., Picot-Coupey, K., & Cliquet, G. (2022). Shopping mall retailing: A bibliometric analysis and systematic assessment of Chebat’s contributions. Journal of Retailing and Consumer Services, 64, 102702. https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2021.102702

Krugman, P. (1992). Geography and trade. (Original work published MIT Press)

Leigh, N. G., & Blakely, E. J. (2013). Planning local economic development: Theory and practice (5. ed). Sage Publ.

Lontoc, D. J., Arellano, A., & Baquiran, R. (2023). SHOPPING MALL AS NEW URBAN CORE? A MORPHOLOGICAL STUDY OF CONTEMPORARY URBAN FABRIC INFLUENCED BY SHOPPING MALLS. JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM, 47(2), 114–124. https://doi.org/10.3846/jau.2023.17677

Mahmud, I., Ahmed, S., Sobhani, F. A., Islam, M. A., & Sahel, S. (2023). The Influence of Mall Management Dimensions on Perceived Experience and Patronage Intentions in an Emerging Economy. Sustainability, 15(4), 3258. https://doi.org/10.3390/su15043258

Marshall, A., & Guillebaud, C. W. (1961). Principles of economics (Vol. 1). (Original work published Macmillan)

Nelson, R. L., & Curtis, A. (1958). The selection of retail locations. (Original work published FW Dodge Corporation)

Peraturan Bupati Tahun 2019 Nomor 98. (n.d.). JDIH Kabupaten Bantul. Retrieved August 6, 2026, from https://jdih.bantulkab.go.id/produkhukum/detail.html/2349/peraturan-bupati-tahun-2019-nomor-98

PERBUP Kab. Bantul No. 131 Tahun 2020. (n.d.). Database Peraturan | JDIH BPK. Retrieved August 6, 2026, from http://peraturan.bpk.go.id/Details/265099/perbup-kab-bantul-no-131-tahun-2020

PERDA Kab. Bantul No. 9 Tahun 2021. (n.d.). Retrieved August 6, 2026, from https://peraturan.bpk.go.id/Details/197777/perda-kab-bantul-no-9-tahun-2021

Perda Kab. Bantul No. 21 Tahun 2018. (n.d.). Database Peraturan | JDIH BPK. Retrieved August 6, 2026, from http://peraturan.bpk.go.id/Details/317019/perda-kab-bantul-no-21-tahun-2018

Portal Data SIKD. (n.d.). Retrieved August 7, 2026, from https://djpk.kemenkeu.go.id/portal/data/apbd?periode=8&tahun=2026&provinsi=12&pemda=01

Priemus, H., & Zonneveld, W. (2003). What are corridors and what are the issues? Introduction to special issue: the governance of corridors. Journal of Transport Geography, 11(3), 167–177. https://doi.org/10.1016/S0966-6923(03)00028-0

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulanan Menurut Kabupaten/Kota Atas Dasar Harga Konstan Provinsi D.I. Yogyakarta—Tabel Statistik—Badan Pusat Statistik Provinsi DI Yogyakarta. (2025). https://yogyakarta.bps.go.id/id/statistics-table/2/NTUwIzI=/produk-domestik-regional-bruto--pdrb--triwulanan-menurut-kabupaten-kota-atas-dasar-harga-konstan-provinsi-d-i--yogyakarta.html

Reilly, W. J. (1953). The law of retail gravitation.

Sutika, I. K., Wiksuana, I. G. B., & Artini, L. G. S. (2017). STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN PUSAT PERBELANJAAN COKROAMINOTO.

Sugema, V., & Erie, F. (2018). Alternative Determination Of Government Commercial Asset Optimization Based On Market Analysis: A Case Study On Shopping Center Properties In Cilegon City–Indonesia. International Journal of Economics, Commerce and Management.

Teller, C., & Reutterer, T. (2008). The evolving concept of retail attractiveness: What makes retail agglomerations attractive when customers shop at them? Journal of Retailing and Consumer Services, 15(3), 127–143. https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2007.03.003

Wrigley, N., & Lowe, M. (2014). Reading retail: A geographical perspective on retailing and consumption spaces. Routledge.

Zhou, R., Wang, C., Bao, D., & Xu, X. (2024). Shopping Mall Site Selection Based on Consumer Behavior Changes in the New Retail Era. Land, 13(6), 855. https://doi.org/10.3390/land13060855

Diterbitkan

2026-09-01

Cara Mengutip

Muhammad Farkhan Fadhlurokhman, Ryan Fathurrahman, Hendy Fauzi, Arifa Farhani, Adinda Salshabilla Zhauzha Huda, Dewa Anggara, Latifatul Isyarah, & Sisilia Dorcelina Sapranim. (2026). Analisis Kelayakan Indikatif Pengembangan Mal Berbasis Ekonomi Lokal di Kabupaten Bantul. Jurnal Riset Daerah, 26(3), 139–150. https://doi.org/10.64730/jrdbantul.v26i3.167