Evaluasi Inovasi GAMPIL (Gerakan Melayani Perizinan Langsung) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Bantul

Penulis

  • Shaula Rizky Sarlita
  • Hafifuddin
  • Fikran Hadi Azryan
  • Firdausa Kumala Sari
  • Joevana Putri
  • Ilfa Fauzia Asra
  • Wina Nurfaidah

DOI:

https://doi.org/10.64730/jrdbantul.v26i3.169

Kata Kunci:

GAMPIL, Perizinan Usaha, UMKM, Pendapatan Asli Daerah, Kabupaten Bantul

Abstrak

Digitalisasi pelayanan perizinan memiliki peranan penting bagi pemerintah daerah untuk memperluas formalisasi usaha dan memperkuat kapasitas penerimaan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi inovasi Gerakan Melayani Perizinan Langsung (GAMPIL) dalam mendukung formalisasi usaha dan optimalisasi pendapatan daerah di Kabupaten Bantul. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan metode analisis kebijakan. Objek kajian meliputi implementasi layanan perizinan, karakteristik pelaku usaha, struktur usaha, dan kontribusi retribusi perizinan terhadap penerimaan daerah. Data yang digunakan merupakan data sekunder yag diperoleh dari dokumen resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantul, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bantul, dokumen Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah (APBD), Satu Data Bantul, Dashboard Online Single Submission-Risk Based Approach (OSS-RBA), serta regulasi nasional yang berkaitan dengan pelayanan perizinan dan hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Data dianalisis melalui telaah dokumen (document anaylsis) dan interpretasi data sekunder. Analisis tersebut diperkaya dengan observasi lapangan terbatas, yaitu pengamatan langsung yang dilakukan selama satu hari dalam kegiatan Pembelajaran Lapangan dan Pengabdian kepada Masyarakat (PLPKM) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul. Observasi lapangan digunakan untuk memperoleh gambaran konstektual menganai pelaksanaan pelayanan perizinan dan bukan sumber data utama dalam penelitian. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa GAMPIL berkontribusi dalam memperluas akses perizinan dan mendorong peningkatan pelaku usaha formal, dari 2.774 unit pada 2021 menjadi 24.594 unit pada 2023. Namun, peningkatan jumlah usaha yang memiliki izin belum diikuti dengan penerimaan daerah yang proporsional. Struktur usaha mikro masih mendominasi di Kabupaten Bantul dengan jumlah 79.898 unit atau 97 persen dari total usaha yang tercatat, sehingga kapasitas kontribusi fiskal masih terbatas. Retribusi perizinan masih berada pada kisaran Rp 1,9 miliar hingga Rp 2,3 miliar per tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi perizinan perlu diikuti integrasi data, pembinaan pasca-izin, dan monitoring kepatuhan agar legalitas usaha menjadi instrumen penguatan ekonomi daerah. Dengan demikian, GAMPIL perlu dikembangkan sebagai tata kelola ekonomi daerah yang lebih terintegrasi dan berbasis data.

Referensi

C. Piza dkk., “The impact of business support services for small and medium enterprises on irm performance in low-and middle-income countries.” [Daring]. Tersedia pada: www.campbellcollaboraion.org/lib/

M. Bruhn dan D. McKenzie, “Entry Regulation and the Formalization of Microenterprises in Developing Countries,” World Bank Res. Obs., vol. 29, no. 2, hlm. 186–201, Agu 2014, doi: 10.1093/wbro/lku002.

A. Floridi, B. A. Demena, dan N. Wagner, “Shedding light on the shadows of informality: A meta-analysis of formalization interventions targeted at informal firms,” Labour Econ., vol. 67, Des 2020, doi: 10.1016/j.labeco.2020.101925.

Ika Wulandari dan Martinus Budiantara, “Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) Melalui Online Single Submission,” Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 6, no. 2, hlm. 386–394, Apr 2022, doi: 10.31849/dinamisia.v6i2.8205.

C. Yasmin, F. Gunawan, P. E. Purnamaningsih, dan K. Winaya, “Efektivitas Penerapan Pelayanan Program Perizinan Berusaha Berbasis Online Single Submission (OSS) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di Kabupaten Badung,” Online. [Daring]. Tersedia pada: https://lgdpublishing.org/index.php/birev

A. Omar, V. Weerakkody, dan A. Daowd, “Studying Transformational Government: A review of the existing methodological approaches and future outlook,” Gov. Inf. Q., vol. 37, no. 2, hlm. 101458, Apr 2020, doi: 10.1016/j.giq.2020.101458.

N. K. Kayesa dan M. Shung-King, “The role of document analysis in health policy analysis studies in low and middle-income countries: Lessons for HPA researchers from a qualitative systematic review,” Health Policy Open, vol. 2, hlm. 100024, Des 2021, doi: 10.1016/j.hpopen.2020.100024.

B. Van Haelter, D. Vos, dan J. Voets, “Drivers of reform implementation in local government: a qualitative comparative analysis,” Public Money & Management, vol. 43, no. 2, hlm. 174–182, Feb 2023, doi: 10.1080/09540962.2021.1959714.

D. Polman dan G. Alons, “Reap what you sow: implementing agencies as strategic actors in policy feedback dynamics,” Policy Sci., vol. 54, no. 4, hlm. 823–848, Des 2021, doi: 10.1007/s11077-021-09436-0.

H. L. Bullock, J. N. Lavis, M. G. Wilson, G. Mulvale, dan A. Miatello, “Understanding the implementation of evidence-informed policies and practices from a policy perspective: a critical interpretive synthesis,” Implementation Science, vol. 16, no. 1, hlm. 18, Des 2021, doi: 10.1186/s13012-021-01082-7.

D. P. M. dan P. T. S. P. K. Bantul, “Laporan Kinerja DPMPTSP Kabupaten Bantul Tahun 2023,” DPMPTSP Kabupaten Bantul, Kabupaten Bantul, 2023.

P. R. Indonesia, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia, 2021.

D. P. M. dan P. T. S. P. K. Bantul, “Rencana Strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bantul Tahun 2025-2029,” DPMPTSP Kabupaten Bantul, Kabupaten Bantul, 2025.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bantul, “Data pelaku usaha Kabupaten Bantul tahun 2021–2026,” Bantul, 2026.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul, “Realisasi pendapatan pemerintah Kabupaten Bantul menurut jenis pendapatan (ribu rupiah), 2021–2024,” Bantul, 2024.

G. H. de Andrade, M. Bruhn, dan D. McKenzie, “A Helping Hand or the Long Arm of the Law? Experimental Evidence on What Governments Can Do to Formalize Firms,” World Bank Econ. Rev., hlm. lhu008, Okt 2014, doi: 10.1093/wber/lhu008.

N. Benhassine, D. McKenzie, V. Pouliquen, dan M. Santini, “Does inducing informal firms to formalize make sense? Experimental evidence from Benin,” J. Public Econ., vol. 157, hlm. 1–14, Jan 2018, doi: 10.1016/j.jpubeco.2017.11.004.

R. Rocha, G. Ulyssea, dan L. Rachter, “Do lower taxes reduce informality? Evidence from Brazil,” J. Dev. Econ., vol. 134, hlm. 28–49, Sep 2018, doi: 10.1016/j.jdeveco.2018.04.003.

G. Ulyssea, “Firms, Informality, and Development: Theory and Evidence from Brazil,” American Economic Review, vol. 108, no. 8, hlm. 2015–2047, Agu 2018, doi: 10.1257/aer.20141745.

A. Demenet, M. Razafindrakoto, dan F. Roubaud, “Do Informal Businesses Gain From Registration and How? Panel Data Evidence from Vietnam,” World Dev., vol. 84, hlm. 326–341, Agu 2016, doi: 10.1016/j.worlddev.2015.09.002.

J. Jessen dan J. Kluve, “The effectiveness of interventions to reduce informality in low- and middle-income countries,” World Dev., vol. 138, hlm. 105256, Feb 2021, doi: 10.1016/j.worlddev.2020.105256.

A. Floridi, B. A. Demena, dan N. Wagner, “The bright side of formalization policies! Meta-analysis of the benefits of policy-induced versus self-induced formalization,” Appl. Econ. Lett., vol. 28, no. 20, hlm. 1807–1812, Nov 2021, doi: 10.1080/13504851.2020.1870919.

I. Mergel, N. Edelmann, dan N. Haug, “Defining digital transformation: Results from expert interviews,” Gov. Inf. Q., vol. 36, no. 4, hlm. 101385, Okt 2019, doi: 10.1016/j.giq.2019.06.002.

C. Wilson dan I. Mergel, “Overcoming barriers to digital government: mapping the strategies of digital champions,” Gov. Inf. Q., vol. 39, no. 2, hlm. 101681, Apr 2022, doi: 10.1016/j.giq.2022.101681.

A. Scupola dan I. Mergel, “Co-production in digital transformation of public administration and public value creation: The case of Denmark,” Gov. Inf. Q., vol. 39, no. 1, hlm. 101650, Jan 2022, doi: 10.1016/j.giq.2021.101650.

Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 2022.

R. Kattel dan M. Mazzucato, “Mission-oriented innovation policy and dynamic capabilities in the public sector,” Industrial and Corporate Change, vol. 27, no. 5, hlm. 787–801, Okt 2018, doi: 10.1093/icc/dty032.

M. Mazzucato dan R. Kattel, “COVID-19 and public-sector capacity,” Oxf. Rev. Econ. Policy, vol. 36, no. Supplement_1, hlm. S256–S269, Sep 2020, doi: 10.1093/oxrep/graa031.

G. Mascagni, A. T. Mengistu, dan F. B. Woldeyes, “Can ICTs increase tax compliance? Evidence on taxpayer responses to technological innovation in Ethiopia,” J. Econ. Behav. Organ., vol. 189, hlm. 172–193, Sep 2021, doi: 10.1016/j.jebo.2021.06.007.

O. Okunogbe dan V. Pouliquen, “Technology, Taxation, and Corruption: Evidence from the Introduction of Electronic Tax Filing,” Am. Econ. J. Econ. Policy, vol. 14, no. 1, hlm. 341–372, Feb 2022, doi: 10.1257/pol.20200123.

Diterbitkan

2026-09-01

Cara Mengutip

Shaula Rizky Sarlita, Hafifuddin, Fikran Hadi Azryan, Firdausa Kumala Sari, Joevana Putri, Ilfa Fauzia Asra, & Wina Nurfaidah. (2026). Evaluasi Inovasi GAMPIL (Gerakan Melayani Perizinan Langsung) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Bantul. Jurnal Riset Daerah, 26(3), 162–176. https://doi.org/10.64730/jrdbantul.v26i3.169