Strategi Mix Level melalui Peer Assistant di Kelas Bahasa Inggris SMP Islam Terpadu LHI

Penulis

  • Fourzia Yunisa Dewi

DOI:

https://doi.org/10.64730/jrdbantul.v26i3.171

Kata Kunci:

academic, learning, mix level, peer assistant

Abstrak

Adanya perbedaan kemampuan belajar yang signifikan di antara siswa, ditambah dengan karakteristik emosional remaja yang kompleks, menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam memfasilitasi pembelajaran. Idealnya, ketika belajar di sekolah guru bisa mengakomodasi permasalahan tersebut dengan pembelajaran yang berdiferensiasi. Namun, pada praktiknya guru masih belum bisa melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan siswa dikarenakan berbagai macam kendala diantaranya kendala waktu, metode, dan kesiapan guru itu sendiri. Oleh karena itu diperlukan adanya strategi yang bisa membantu menjembatani besarnya gap kemampuan antar siswa agar setiap individu bisa berkembang lebih optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana sekolah meningkatkan pembelajaran melalui keterampilan sosial, salah satunya melalui strategi mix level dengan pendampingan teman sebaya (peer assistant). Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan di SMP Islam Terpadu LHI, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada guru, asisten guru (Peer Assistant), siswa full-day, siswa asrama, dan duta bahasa. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis data lapangan Miles dan Huberman. Validitas data dipastikan melalui triangulasi teknik dan sumber. Berdasarkan hasil penelitian, strategi mix level melalui peer assistant menunjukkan implikasi positif dalam peningkatan potensi akademik maupun non akademik. Disamping itu, strategi ini sebagai sarana intervensi sosial untuk mengurangi kultur individualis remaja, meningkatkan self esteem dan percaya diri juga untuk menciptakan ruang belajar yang nyaman secara sosial.

Referensi

L. D. Pratama, “Implementasi Pendekatan Saintifik Setting Kooperatif Tipe STAD Terhadap Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Matematika,” vol. 9, no. 1, pp. 29–39, 2018.

W. Ningsih, Nyoto Suseno, and M. B. Salim, “Perbandingan Hasil Belajar dan Tingkat Kolaborasi Siswa Menggunakan Metode Diskusi Antar Kelompok Homogen dengan Kelompok Heterogen,” pp. 18–27, 2023.

D. K. Muchiri and M. C. W. Njenga, “Investigating Various Grouping Strategies in Teaching and Learning of Mathematics,” vol. 6, no. 3, pp. 227–232, 2020, doi: 10.31695/IJASRE.2020.33774.

P. Baxter and S. Jack, “Qualitative Case Study Methodology: Study Design and Implementation for Novice Researchers,” Qual. Rep., no. January, 2015, doi: 10.46743/2160-3715/2008.1573.

R. Shaban, Book review, vol. 12, no. 2. 2009. doi: 10.1016/j.aenj.2009.01.005.

N. P. Anggorowati, “Penerapan Model Pembelajaran Tutor Sebaya pada Mata Pelajaran Sosiologi,” vol. 3, no. 1, pp. 103–120, 2011.

S. Milya and R. Indri, “Peningkatan Hasil Belajar Melalui Tutor Sebaya pada Materi Jaringan Peer to Peer X TKJ di SMKN 2 Gowa,” vol. 7, no. 3, pp. 109–114, 2024.

S. L. Ridwan, “Meningkatkan Kemampuan Berkolaborasi Melalui Pendekatan Tutor Sebaya dalam Pembelajaran Berdiferensiasi,” vol. 8, no. 2, pp. 585–606, 2024, doi: 10.26811/didaktika.v8i1.1278.

A. P. Munthe et al., “Manfaat dan Kendala Penerapan Tutor Sebaya untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Lentera Harapan Mamit,” pp. 138–147, 2003.

R. Rikarde and L. Cahyani, “PEMBELAJARAN KOLABORATIF DI KELAS VII SMP : PENGARUH TUTOR SEBAYA TERHADAP NUMBER SENSE SISWA,” vol. 9, no. 2, pp. 56–63, 2024.

M. Bekiryazıcı, “Teaching Mixed-Level Classes with a Vygotskian Perspective,” Procedia - Soc. Behav. Sci., vol. 186, pp. 913–917, 2015, doi: 10.1016/j.sbspro.2015.04.163.

T. Rohadi, I. Syekh, N. Cirebon, and T. Rohadi, “A Multi-Level Collaborative and Cooperative Writing Class in Inducing Character Building ( A Model of An Integration Between Teaching Writing and Character Education ) Syllabus of Writing,” vol. 3, no. 1, 2019.

S. Hartinah and W. Hendriani, “Strategi Mengoptimalkan Pendidikan Inklusi Melalui Peer Tutor pada Siswa Berkebutuhan Khusus : Literatur Review,” vol. 6, pp. 8164–8173, 2022.

R. Mustika and L. R. Royanto, “Reciprocal Teaching with Buddy to Improve Metacognitive Strategies of a High School Student with Reading Comprehension Difficulties Reciprocal Teaching with Buddy to Improve Metacognitive Strategies of High School Students with Reading Comprehension Diffi,” vol. 135, no. Iciap 2017, pp. 454–463, 2018.

G. Jacobs, “Jacobs , G . M . ( 2004 , September ). Cooperative learning : Theory , principles , and techniques . . Paper presented at the First International Online Conference on Second and Foreign Language Teaching and Research .,” no. 1983, 2004.

C. Buchs and F. Butera, “Cooperative Learning and Social Skills Development,” pp. 201–217, 2015.

K. Foster, “Rowan Digital Works Using a peer buddy system to increase interaction between students with special needs and their peers,” 2011.

G. S. Nurhasanah Lisa, “Implementasi Pembelajaran Tutor Sebaya terhadap Hasil Belajar Siswa,” vol. 16, pp. 62–68, 2021.

S. Wulandari, E. Mulyana, and S. Nopharipaldi, “Peran Kelompok Sebaya dalam Mendorong Kerja Sama Sosial Siswa SMP pada Pembelajaran IPS,” vol. 15, no. 4, pp. 1496–1505, 2025.

A. S. Sri Dasweni, A. Muri Yusuf, “HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN MANAJEMEN KONFLIK PESERTA DIDIK,” vol. 6, no. 2, pp. 176–193, 2017.

Diterbitkan

2026-09-01

Cara Mengutip

Fourzia Yunisa Dewi. (2026). Strategi Mix Level melalui Peer Assistant di Kelas Bahasa Inggris SMP Islam Terpadu LHI. Jurnal Riset Daerah, 26(3), 196–207. https://doi.org/10.64730/jrdbantul.v26i3.171