Temuan Mikroplastik pada Sedimen Sungai Progo dan Sungai Opak Kabupaten Bantul
Kata Kunci:
kelimpahan, bantul, mikroplastik, sungai opak, sungai progoAbstrak
Di Kabupaten Bantul terdapat dua sungai besar yang digunakan sebagai air baku dan tempat memancing warga, yaitu Sungai Opak dan Sungai Progo yang masih belum terdata pencemaran mikroplastiknya. Padahal mikroplastik sudah banyak dipublikasikan mencemari sungai di Indonesia dan membahayakan bagi makhluk hidup jika terkonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kelimpahan mikroplastik pada sedimen Sungai Opak dan Sungai Progo di Kabupaten Bantul. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada bulan Desember 2020 dimana masing-masing sungai terdapat dua stasiun dan dalam satu stasiun diambil tiga sampel sedimen. Setiap sampel dilakukan penyaringan, pengeringan, penimbangan berat kering, pemisahan densitas, pemilahan secara visual untuk menghitung kelimpahan mikroplastik. Hasil penelitian menunjukan bahwa mikroplastik berada pada seluruh sampel sedimen Sungai Progo dan Sungai Opak dengan.rentang kelimpahan mikroplastik pada Sungai Progo sebesar 209,37 hingga 1.173,25 partikel/kg dan Sungai Opak sebesar 314,54 hingga 3.729,67 partikel/kg. Kelimpahan mikroplastik tertinggi terdapat pada sampel sedimen Sungai Opak dengan rata-rata sebesar 1.799,33 ± 1.430,87 partikel/kg. Adanya pertemuan dengan Sungai Code, Sungai Gadjahwong dan Sungai Oyo, serta buangan air lindi TPA Piyungan ke Sungai Opak membuat kelimpahan mikroplastik di Sungai tersebut sangat tinggi terutama di bagian hilir sungai.
Kata Kunci: kelimpahan, bantul, mikroplastik, sungai opak, sungai progo
Referensi
Agustina, R. (2021). Kelimpahan dan Karakter Mikroplastik Pada Tanah dan Air Lindi di TPA Piyungan Yogyakarta. [Skripsi]. Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.
A’yun, Neily Q. (2019). Analisis Mikroplastik Menggunakan FT-IR Pada Air, Sedimen, dan Ikan Belanak (Mugil cephalus) di Segmen Sungai Bengawan Solo yang Melintasi Kabupaten Gresik. [Skripsi]. Surabaya: Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Azizah, P., Ridlo, A., dan Suryono, C.A. (2020). Mikroplastik pada Sedimen di Pantai Kartini Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Journal of Marine Research, 9 (3), 326-332.
Dewi, Intan S., Budiarsa A.A., dan Ritonga I.R. (2015). Distribusi Mikroplastik Pada Sedimen di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Depik, 4(3), 121-131.
Djumanto dan N. Probosunu. (2011). Biodiversitas Sumber Daya Ikan di Hulu Sungai Opak. Jurnal Iktiologi Indonesia, 11(1), 1-10.
Firdaus, M., Trihadiningrum, Y., Lestari, P. (2020). Microplastic pollution in the sediment of Jagir Estuary, Surabaya City, Indonesia. Marine Pollution Bulletin, 150, 1-9.
Fischer, E.K., Paglialonga, L., Czech, E., dan Tamminga, M. (2016). Microplastic pollution in lakes and lake shoreline sediments- a case study on Lake Bolsena and Lake Chiusi (central Italy). Environmental pollution, 213, 648-657.
Frias, J.P.G.L., dan Nash, R. (2019). Microplastics: Finding a Consensus on the Definition. Marine Pollution Bulletin, 138, 145-147.
Jambeck, J.R., Geyer, R., Wilcox, C., Siegler T. R., dan Perryman, M. (2015). Plastic Waste Inputs From Land Into the Ocean. Science, 347 (6223), 768-771.
Joesidawati, M. I. (2018). Pencemaran Mikroplastik di Sepanjang Pantai Kabupaten Tuban. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat III Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. Tuban, Indonesia. 29 September 2018. Tuban: Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. Hlm 8-15.
Karuniastuti, Nurhenu. 2013. Bahaya plastik terhadap kesehatan dan lingkungan. Forum Teknologi, 3(1), 6-14.
Khoironi, A., Anggoro, S., dan Sudarno. (2018). The Existence of Microplastic in Asian Green Mussels. International Conference on Green Agroindustry and Bioeconomy. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 131, 1-6.
Layn, A.A., Emiyarti dan Ira. (2020). Distribusi Mikroplastik pada Sedimen di Perairan Teluk Kendari. Sapa Laut, 5 (2), 115-122.
Lebreton, L. C., van der Zwet, J., Damsteeg, J.-W., Slat, B., Andrady, A., & Reisser, J. (2017). River plastic emissions to the world’s oceans. Nature Communications, 8(15611), 1-10.
Manalu, A. A., Hariyadi, S. and Wardiatno, Y. (2017). Microplastics abundance in coastal sediments of Jakarta Bay, Indonesia. AACL Bioflux, 10, 1164-1173.
Mauludy, Maghfira S., Yunanto, A., dan Yona, D. (2019). KelimpahanMikroplastik pada Sediman Pantai WisataKabupatenBadung Bali. JurnalPerikanan Universitas Gajah Mada, 21 (1), 99-104.
Nasution, R. S. (2015). Berbagai Cara Penanggulangan Limbah Plastik. Elkawnie: Journal of Islamic Science And Technology, 1 (1), 97-104.
Nizzetto, L., Futter, M., &Langaas, S. (2016b). Are Agricultural Soils Dumps for Microplastics of Urban Origin? Environmental Science and Technology, 50, 10777-10779.
Nugroho, D. H., Restu, I. W., dan Ernawati, N. M. (2018). Kajian Kelimpahan Mikroplastik di Perairan Teluk Benoa Provinsi Bali. Current Trends in Aquatic Science, 1(1), 80-90.
Prabowo, Naufal P. (2020). Identifikasi Keberadaan dan Bentuk Mikroplastik pada Sedimen dan Ikan di Sungai Code, D.I. Yogyakarta. [Skripsi]. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.
Septiani, B. A., Arianie, D. M., Risman, V. F. A. A., Handayani, W., dan Kawutyan, I. S. S. (2019). Pengelolaan Sampah Plastik di Salatiga: Praktik dan Tantangan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17 (1), 90-99.
Subowo, G. (2011). Peran Cacing Tanah Kelompok Endogaesis Dalam Meningkatkan Efisiensi Pengolahan Tanah Lahan Kering. Jurnal Litbang Pertanian, 30(4), 125-131
Suwartiningsih, N., Setyowati, I., Astuti, R. (2020). Microplastics in Pelagic and Demersal Fishes of Pantai Baron Yogyakarta, Indonesia. Jurnal Biodjati, 5(1), 33-49.
Tanković, M. S. Perusco, V. S., J. Godrijan, D., dan M. Pfannkuchen. (2015). Marine Plastic Debris in the Northeastern Adriatic. Seminar on Microplastics Issues.Institut Ruder Bosković.
Veronica, C. 2019. Mikroplastik dalam Tanah dapat Merusak Kehidupan Cacing Tanah. https://nationalgeographic.grid.id/read/131899964/mikroplastikdalam-tanah-dapat-merusak-kehidupan-cacing-tanah. Diakses tanggal 24 Desember 2020
Widianarko, Y. B. dan Hantoro, I. (2018). Mikroplastik dalam Seafood dari Pantai Utara Jawa. Semarang: Universitas Katolik Soegijapranata.
Wright, S.L., Thompson, R. C., dan Galloway, T. S. (2013). The Physical Impacts of Microplastics on Marine Organisms: A Review. Journal of Environmental Pollution, 178, 483-492.
Yanuar, D. (2019). Analisis Distribusi dan Jenis Mikroplastik pada Air dan Ikan dengan Histologi Jaringan Insang dan Usus Ikan Cetol (Gambusia affinis) di Hulu Sungai Brantas. Thesis. Malang: Universitas Brawijaya.
Yona, D., di Prikah, F. A., dan As’adi, M. A. (2020). Identifikasi dan Perbandingan Kelimpahan Sampah Plastik berdasarkan ukuran pada Sedimen di Beberapa Pantai Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jurnal Ilmu Lingkungan, 18 (2), 375-383.
Zhang, K., Gong, W., Lv, J., Xiong, X., Wu, C. (2015). Accumulation of Floating Microplastics Behind the Three Gorges Dam. Environmental Pollution, 204, 117-123