https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/issue/feedJurnal Riset Daerah2025-11-07T02:22:50+00:00Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bantulbappeda@bantulkab.go.idOpen Journal SystemsJurnal Riset Daerah Kabupaten Bantulhttps://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/145ANALISIS KEMAMPUAN GEOMETRI SISWA SMA BERDASARKAN MOTIF TRADISIONAL PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI2025-11-07T00:55:22+00:00Gamarina Isti Ratnasarigamarinaisti.ratnasari@gmail.com<p>Kemampuan geometris menjadi salah satu kemampuan yang <br>diperlukan untuk siswa menengah. Kemampuan ini memengaruhi <br>kemampuan siswa untuk memahami topik matematika lainnya. <br>Tujuan dari penelitian untuk menganalisis kemampuan geometri <br>siswa SMA melalui motif tradisional. Jenis penelitian yang <br>digunakan adalah kualitatif di mana hasil projek siswa dianalisis <br>dilanjutkan dengan wawancara kepada siswa untuk menggali lebih <br>dalam tentang kemampuan geometri siswa. Subjek terdiri dari 108 <br>siswa untuk mengerjakan projek untuk selanjutnya di ambil 20 <br>siswa secara random untuk wawancara semistruktur. Berdasarkan <br>hasil penelitian diperoleh hasil level siswa telah sesuai dengan <br>teori Van Hiele di mana siswa telah mampu mengenali bentuk<br>bentuk geometri, mengidentifikasi dan menganalisis sifat-sifat <br>bentuk geometri, serta mengelompokkan bentuk berdasarkan sifat. <br>Siswa juga merasakan kebermanfaatan dalam penelitian ini seperti <br>semakin mengenal tentang transformasi dan jenisnya, <br>meningkatkan rasa tanggung jawab, kerja sama, dan komunikasi <br>yang baik dan siswa juga dapat melatih kemampuan berpikir kritis, <br>kreativitas, dan pemecahan masalah terkait transformasi geometri ANALISIS KEMAMPUAN GEOMETRI SISWA SMA <br>BERDASARKAN MOTIF TRADISIONAL PADA MATERI <br>TRANSFORMASI GEOMETRI</p>2025-11-07T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Riset Daerahhttps://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/146MEDIA BOWLING CAREER UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN EKSPLORASI KARIR2025-11-07T01:19:02+00:00Hartutiraharjantihartuti@gmail.com<p>Praktik terbaik dalam Bimbingan Kelompok dengan media <em>bowling career</em> bertujuan untuk meningkatkan pemahaman karir pada peserta didik. Metode yang digunakan dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh berdasarkan observasi, pelaksanaan bimbingan kelompok dengan media <em>bowling career</em> dan kuesioner. Subyek penelitian ini adalah peserta didik pada kelas XB SMA Negeri 1 Bantul. Berdasarkan praktik terbaik dalam bimbingan kelompok dengan media <em>bowling career</em> tersebut yang dilakukan yaitu: Menjelaskan materi tentang karir pada remaja atau generasi Z, diskusi kelompok tentang karir di era digital, presentasi siswa tentang pemilihan karir, dan bimbingan kelompok dengan media <em>bowling career</em>. Berdasarkan hasil kuesioner dan bimbingan kelompok dengan media bowling career, peserta didik mampu meningkatkan pemahaman tentang karir yang akan dipersiapkannya sesuai dengan minat dan bakatya.</p>2025-11-07T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Riset Daerahhttps://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/147MENUMBUHKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN DALAM PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BAHASA INGGRIS DENGAN TEKS NARASI 2025-11-07T01:35:24+00:00Erna Pujiasihernapujiasih2021@gmail.com<p>Praktik terbaik dalam pembelajaran berdiferensiasi Bahasa Inggris dengan membaca ‘Narrative’ dengan tema lingkungan bertujuan untuk menerapkan kemampuan memahami isi teks peserta didik cerita narasi . Metode ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh berdasarkan observasi, pelaksanaan pembelajaran dan kuestioner. Subjek penelitian ini peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Bantul. Berdasarkan praktik terbaik dalam pembelajaran tersebut yang dilakukan yaitu penayangan video cerita narasi, penjelasan materi ‘Narrative’, kegiatan berkelompok dengan kegiatan tugas berdiferensiasi, presentasi kelompok. Berdasarkan hasil kuestioner dan praktik pembelajaran berdifernsiasi peserta didik dapat memahami materi dengan mudah, menumbuhkan sikap peduli pada lingkungan, kreatif, komunikatif, saling berbagi , kerjasama dan efektif dalam belajar. Pembelajaran membaca teks naratif peserta didik mempelajari cara analisis teks naratif, menambah keterampilan berbahasa, metode pembelajaran yang bervariasi, berkolaborasi dalam kelompok, menumbuhkan kesadaran lingkungan dan sikap positif.</p>2025-11-07T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Riset Daerahhttps://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/148PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PEMBELAJARAN VIRAL ISSUE BASED LEARNING DENGAN METODE FOCUS GROUP DISCUSSION2025-11-07T01:52:46+00:00Anna Suryaningsihgurusasra@gmail.com<p>Penelitian <em>best practise</em> (praktik baik) ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran model <em>Viral Issue Based Learning</em> dengan metode <em>Focus Group Discussion</em> pada mata pelajaran ekonomi dengan materi inflasi di kelas XI.B SMAN 1 Bantul Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian berjumlah 36 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner dan hasil belajar. Untuk mengukur kemampuan siswa dalam berpikir kritis digunakan 4 indikator yaitu: 1) identifikasi masalah; 2) analisis masalah; 3) memecahkan masalah; dan 4) menarik kesimpulan. Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa di kelas XI.B SMAN 1 Bantul setelah mengikuti proses pembelajaran melalui model <em>Viral Issue Based Learning</em> dengan metode <em>Focus Group Discussion</em> mengalami kenaikan kemampuan berfikir kritis dari kategori sedang dengan capaian persentase 76,7% menjadi kategori tinggi dengan capaian persentase 85,3%. Capaian untuk masing-masing indikator berfikir kritis juga mengalami kenaikan. Untuk kemampuan mengidentifikasi masalah mengalami kenaikan dari 91,7% menjadi 95,2%, kemampuan menganalisis masalah juga naik dari 82,6% menjadi 89,6%, kemampuan memecahkan masalah naik dari 70,8% menjadi 81,3% dan kemampuan membuat kesimpulan naik dari 61,1% menjadi 75%. Hasil belajar siswa pada penyelesaian soal HOTS (<em>Higher Order Thinking Skills</em>) yang memerlukan kemampuan berfikir kritis juga mengalami kenaikan yaitu dari rata-rata nilai 80,9 menjadi 86,7. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berfikir kritis siswa melalui pembelajaran <em>Viral Issue Based Learning</em> dengan metode <em>Focus Group Discussion</em> pada siswa kelas XI. B SMAN 1 Bantul.</p>2025-11-07T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Riset Daerahhttps://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/149PREFERENSI SISWA SMA KELAS 11 TERHADAP PENGGUNAAN PAPAN TULIS DI ERA DIGITAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETERLIBATAN BELAJAR2025-11-07T02:22:50+00:00Hanan Dimas Prasetyahanan.dimas44@gmail.com<p>Di tengah arus digitalisasi pendidikan, terdapat kecenderungan menarik di kalangan siswa Generasi Z yang justru menunjukkan preferensi terhadap media pembelajaran tradisional seperti papan tulis. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi dan mengukur preferensi siswa kelas XI terhadap penggunaan papan tulis fisik dibandingkan media digital; (2) mengeksplorasi faktor-faktor yang melatarbelakangi preferensi tersebut; dan (3) menganalisis implikasinya terhadap keterlibatan belajar siswa. Pendekatan metode campuran digunakan dengan melibatkan angket skala Likert dan wawancara semi-terstruktur terhadap siswa dan seorang dosen pendidikan. Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan preferensi signifikan terhadap penggunaan papan tulis (p = 0,002), di mana sebagian besar siswa melaporkan peningkatan fokus, pemahaman, dan keterlibatan saat guru menggunakan papan tulis secara bertahap. Temuan kualitatif mendukung hasil ini, menunjukkan bahwa papan tulis memfasilitasi ritme belajar yang lebih sinkron, interaksi yang lebih alami, dan memperkuat proses kognitif bersama antara guru dan siswa. Meskipun tergolong digital natives, siswa tetap mengapresiasi nilai pedagogis dari media konvensional. Studi ini merekomendasikan pendekatan blended learning yang mengintegrasikan keunggulan papan tulis dan media digital secara proporsional untuk meningkatkan keterlibatan belajar di era modern.</p>2025-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Riset Daerah