Jurnal Riset Daerah https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd Jurnal Riset Daerah Kabupaten Bantul Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantul id-ID Jurnal Riset Daerah 1412-8519 Analisis Pengaruh Emisi GRK terhadap Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di Kabupaten Bantul Tahun 2018-2025 https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/157 <p>Upaya untuk mengurangi kerusakan lingkungan dan memulihkan kualitas lingkungan terus dilakukan tidak hanya oleh pemerintah tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat. Indeks Kualitas Lingkungan (IKLH) adalah informasi tentang kondisi lingkungan di suatu wilayah pada waktu tertentu. Upaya dan aktivitas manusia merupakan salah satu faktor penyebab masalah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh emisi Gas Rumah Kaca (Emisi GRK) terhadap IKLH di Kabupaten Bantul pada tahun 2018-2025. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan inventaris emisi GRK di Kabupaten Bantul pada tahun 2018-2025 sebagai variabel X dan Indeks Kualitas Lingkungan (IKLH) di Kabupaten Bantul pada tahun 2018-2025 sebagai variabel Y. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data deret waktu. Hasil analisis menunjukkan bahwa emisi GRK berpengaruh signifikan terhadap IKLH di Kabupaten Bantul. Model regresi data yang dibentuk mampu menjelaskan 75,17% kejadian di Kabupaten Bantul, sedangkan 24,83% dijelaskan oleh variabel lain di luar model yang tidak termasuk dalam penelitian ini.</p> Yuyun Prihatining Rahmah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Riset Daerah 2026-03-31 2026-03-31 26 1 1 18 10.64730/jrdbantul.v26i1.157 Efektivitas Internal Walking Training (IWT) terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Imogiri 2 https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/158 <p>Penuaan sering kali memicu penurunan fungsi fisiologis pada lansia, dengan hipertensi sebagai penyakit tidak menular utama yang semakin memperburuk risiko masalah kardiovaskular. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 34,1% (Riskesdas 2018), dengan angka tertinggi pada lansia di Bantul yang mencatat 83.932 kasus pada tahun 2020. Penelitian ini dirancang untuk menilai efektivitas Internal Walking Training (IWT) dalam menekan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia penderita hipertensi di Kelurahan Sriharjo, Bantul. Penelitian ini menggunakan quasi-eksperimental dengan desain one-group pre-test post-test, melibatkan 43 responden lansia yang dipilih melalui purposive sampling. Intervensi IWT dilakukan satu kali selama 30 menit, terdiri dari 5 siklus (3 menit jalan lambat diikuti 3 menit jalan cepat), dengan pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital sebelum dan sesudah intervensi; analisis data dilakukan melalui uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik maupun diastolik setelah penerapan IWT. Dengan demikian, IWT terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis yang sederhana untuk mengendalikan hipertensi pada lansia.</p> Novia Jati Ramadhani Andi Musdalifah Kurnia Duwi Anggi Meilasari Veni Fatmawati Novika Kurniawati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Riset Daerah 2026-03-31 2026-03-31 26 1 19 31 10.64730/jrdbantul.v26i1.158 Intervensi Edukasi Gaya Hidup dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Faktor Risiko Infertilitas pada Wanita Usia Reproduktif https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/159 <p>Infertilitas merupakan masalah kesehatan reproduksi yang signifikan dan memengaruhi individu maupun pasangan di seluruh dunia. Rendahnya kesadaran masyarakat mengenai faktor risiko infertilitas yang berkaitan dengan gaya hidup dapat menyebabkan keterlambatan dalam upaya pencegahan dan pencarian layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi gaya hidup melalui media e-book dalam meningkatkan pengetahuan tentang faktor risiko infertilitas pada individu usia reproduktif di wilayah Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest yang melibatkan 102 responden laki-laki dan perempuan usia 18–45 tahun dari populasi umum yang direkrut menggunakan teknik convenience sampling. Responden mengisi kuesioner pengetahuan yang telah divalidasi yang terdiri dari 20 item sebelum dan sesudah menerima intervensi edukasi. Intervensi berupa e-book yang berisi informasi mengenai infertilitas, faktor risiko, serta gaya hidup sehat yang mendukung kesehatan reproduksi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji paired t-test untuk menilai perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat secara signifikan dari 11,28 ± 3,14 pada pretest menjadi 16,74 ± 2,41 pada posttest (p &lt; 0,001). Analisis pada tingkat item juga menunjukkan peningkatan proporsi jawaban benar, terutama pada faktor gaya hidup yang dapat dimodifikasi seperti merokok, obesitas, konsumsi alkohol, dan aktivitas fisik. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi gaya hidup melalui media digital efektif dalam meningkatkan pengetahuan mengenai faktor risiko infertilitas pada masyarakat usia reproduktif. Integrasi edukasi kesehatan berbasis digital dalam program promosi kesehatan reproduksi berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendukung upaya pencegahan infertilitas.</p> Elfrida Iriyani` Erna Yovi Kurniawati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Riset Daerah 2026-03-31 2026-03-31 26 1 32 43 10.64730/jrdbantul.v26i1.159 Pola dan Komposisi Pengeluaran Wisatawan Domestik di Kabupaten Bantul https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/160 <p>Pariwisata telah menjadi pendorong penting bagi perkembangan ekonomi regional, terutama di destinasi dengan arus pengunjung domestik yang tinggi seperti Kabupaten Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pengeluaran dan komposisi pengeluaran wisatawan yang mengunjungi destinasi pariwisata di Bantul, serta mengidentifikasi implikasi kebijakan untuk meningkatkan dampak ekonomi lokal dari aktivitas pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner survei yang dibagikan kepada wisatawan berusia 17 tahun ke atas yang telah mengunjungi destinasi pariwisata di Kabupaten Bantul. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk mengeksplorasi distribusi dan proporsi pengeluaran wisatawan di berbagai kategori pengeluaran. Hasil penelitian dari 75 responden yang mengisi survei tersebut menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran wisatawan per kunjungan adalah Rp133.526,62, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk makanan dan minuman (30,90 persen) dan transportasi (26,86 persen), diikuti oleh suvenir (14,21 persen) dan akomodasi (11,25 persen). Pengeluaran untuk atraksi wisata dan hiburan masih relatif rendah, menunjukkan diversifikasi pengeluaran wisata yang terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa pariwisata di Bantul masih didominasi oleh kunjungan singkat yang berfokus pada kebutuhan perjalanan dasar. Penguatan pariwisata berbasis pengalaman, pariwisata desa, dan atraksi alam dapat meningkatkan pengeluaran wisatawan dan lama tinggal.</p> Rizky Amalya Vertue Volcano Cahya Danu Rahman Ervina Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Riset Daerah 2026-03-31 2026-03-31 26 1 44 57 10.64730/jrdbantul.v26i1.160 Prevalence and Risk Factors of Polycystic Ovary Syndrome among Adolescent Girls in Sanden District: A Cross-Sectional Screening Study https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/161 <p>Polycystic Ovary Syndrome&nbsp;(PCOS) merupakan salah satu gangguan endokrin yang paling umum terjadi pada perempuan usia reproduktif dan seringkali mulai muncul sejak masa remaja. Manifestasi awal seperti ketidakteraturan siklus menstruasi, jerawat, serta gangguan metabolik dapat menjadi indikator awal peningkatan risiko PCOS. Namun demikian, bukti berbasis komunitas mengenai risiko PCOS pada remaja masih terbatas, khususnya di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menilai prevalensi risiko PCOS serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko tersebut pada remaja putri di Kecamatan Sanden. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang sesuai dengan prinsip pelaporan studi observasional pada&nbsp;STROBE Statement. Sebanyak 32 remaja putri berusia 15–19 tahun direkrut menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang meliputi riwayat menstruasi, jerawat, hirsutisme, serta riwayat keluarga, disertai pengukuran antropometri untuk menentukan indeks massa tubuh (IMT). Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square atau Fisher’s exact test digunakan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan risiko PCOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28,1% responden dikategorikan memiliki risiko PCOS berdasarkan indikator skrining. Ketidakteraturan siklus menstruasi dan indeks massa tubuh berhubungan signifikan dengan risiko PCOS (p &lt; 0,05), sedangkan jerawat, hirsutisme, dan riwayat keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian remaja putri di Kecamatan Sanden telah menunjukkan indikator awal yang berkaitan dengan risiko PCOS. Oleh karena itu, skrining dini yang berfokus pada ketidakteraturan menstruasi dan status indeks massa tubuh dapat mendukung upaya deteksi dini serta pencegahan komplikasi reproduksi dan metabolik yang berkaitan dengan PCOS.</p> Erna Yovi Kurniawati Elin Noviasari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Riset Daerah 2026-03-31 2026-03-31 26 1 58 68 10.64730/jrdbantul.v26i1.161