Jurnal Riset Daerah https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd Jurnal Riset Daerah Kabupaten Bantul id-ID bappeda@bantulkab.go.id (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bantul) dalitbang@bantulkab.go.id (Bidang Riset, Inovasi Daerah dan Pengendalian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA ) Kabupaten Bantul) Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.8 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Community-Based Screening of Infertility Risk Factors Among Reproductive-Aged Couples in Bantul, Yogyakarta, Indonesia https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/162 <p>Infertilitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat dengan determinan multifaktorial yang melibatkan kedua pasangan, namun identifikasi dini faktor risiko di tingkat komunitas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai prevalensi dan distribusi faktor risiko infertilitas pada pasangan usia subur di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, melalui pendekatan skrining berbasis komunitas. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang berbasis komunitas yang dilaksanakan pada Mei hingga Agustus 2025 dengan melibatkan 48 pasangan usia subur yang dipilih secara purposive melalui kegiatan skrining kesehatan masyarakat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur melalui wawancara yang mencakup karakteristik sosiodemografi, riwayat reproduksi, faktor gaya hidup, serta kondisi medis terkait infertilitas, disertai pengukuran antropometri untuk menilai indeks massa tubuh. Sistem skoring risiko infertilitas digunakan untuk mengklasifikasikan peserta ke dalam kelompok risiko rendah dan tinggi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 39,6% peserta dikategorikan memiliki risiko infertilitas tinggi. Faktor risiko utama yang diidentifikasi meliputi ketidakteraturan siklus menstruasi, indeks massa tubuh tidak normal, perilaku merokok pada pasangan laki-laki, serta riwayat gangguan kesehatan reproduksi. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining berbasis komunitas untuk mendeteksi faktor risiko yang dapat dimodifikasi sebelum infertilitas berkembang secara klinis. Skrining komunitas berpotensi mendukung deteksi dini dan pengembangan strategi pencegahan kesehatan reproduksi.</p> Rizqitha, Yofi Kurniawati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Riset Daerah https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/162 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0000 Nutritional Status and Dietary Patterns as Determinants of Infertility Among Reproductive-Age Couples: A Cross-Sectional Analysis https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/163 <p>Infertilitas merupakan masalah kesehatan reproduksi multifaktorial yang memengaruhi semakin banyak pasangan di seluruh dunia. Status gizi dan pola makan semakin diakui sebagai faktor yang dapat dimodifikasi yang berpengaruh terhadap fertilitas, namun dampaknya masih belum banyak diteliti, terutama di berbagai wilayah dengan sumber daya terbatas, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara status gizi dan pola makan dengan kejadian infertilitas pada pasangan usia reproduksi di Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain analitik potong lintang (cross-sectional) yang melibatkan 204 partisipan (102 pasangan infertil dan 102 pasangan fertil) yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Status gizi ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh (IMT), sedangkan pola makan dinilai menggunakan kuesioner frekuensi makanan yang telah tervalidasi. Analisis statistik meliputi uji chi-square dan regresi logistik multivariat untuk mengevaluasi hubungan serta menghitung odds ratio (OR) yang telah disesuaikan dengan interval kepercayaan 95% (CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu dengan status gizi kurus maupun kelebihan berat badan/obesitas memiliki peluang infertilitas yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan individu dengan IMT normal (OR = 2,00 dan 1,98; p &lt; 0,05). Partisipan dengan pola makan yang tidak adekuat memiliki kemungkinan 3,29 kali lebih besar mengalami infertilitas (p &lt; 0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa status gizi dan pola makan merupakan prediktor independen terhadap infertilitas. Ketidakseimbangan status gizi dan kebiasaan makan yang kurang baik berhubungan kuat dengan kejadian infertilitas. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi penilaian status gizi dan konseling nutrisi dalam pelayanan fertilitas untuk meningkatkan luaran reproduksi. Penelitian intervensi lebih lanjut direkomendasikan untuk menetapkan hubungan kausal dan mendukung praktik klinis.</p> Erna Yovi Kurniawati, Lia Dian Ayuningrum Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Riset Daerah https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/163 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Terhadap Kesehatan dan Status Gizi Anak https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/164 <p>Investasi pada pendidikan anak usia dini dapat mendatangkan berbagai manfaat yang besar dalam bidang pendidikan, sosial dan ekonomi. Meski terdapat banyak jumlah satuan pendidikan PAUD, pada tahun 2021 Kabupaten Bantul memiliki Indeks Khusus Penanganan Stunting (IKPS) paling rendah dibandingkan dengan kabupaten/kota di Provinsi D.I Yogyakarta. Belum maksimalnya indikator PAUD dan IKPS di Kabupaten Bantul membuka peluang untuk dilakukan kajian terkait pengaruh PAUD terhadap kesehatan dan status gizi anak. Kajian ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah tingkat keikutsertaan PAUD dapat meningkatkan kesehatan dan status gizi anak di Kabupaten Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PAUD terhadap prevalensi stunting, dengan menggunakan dua pendekatan analisis, yaitu analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Variabel jumlah siswa PAUD secara statistik berpengaruh signifikan pada penurunan prevalensi stunting untuk semua jenis estimasi. Sementara kedua variabel lainnya yaitu jumlah PAUD dan jumlah guru PAUD secara statistik tidak memiliki pengaruh signifikan pada penurunan prevalensi stunting. Meski demikian berdasarkan hasil uji simultan ketiga variabel PAUD ini secara bersama-sama berpengaruh signifikan pada prevalensi stunting. Terdapat hubungan negatif antara jumlah siswa PAUD dan prevalensi stunting, yang menunjukkan bahwa keikutsertaan indikator PAUD berperan dalam menurunkan angka stunting.</p> Presnanda Bijak, Syarifa Alma, Ignasisus Aryanto, Ages Tiara Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Riset Daerah https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/164 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0000 Studi Toponimi Identitas Keanekaragaman Hayati di Kapanewon Imogiri https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/165 <p>Toponimi merupakan salah satu cabang ilmu onomastika yang mempelajari nama tempat. Pemberian nama tempat dapat diartikan sebagai upaya manusia untuk mengenali identitas dan mengetahui segala sesuatu yang ada disekitar. Nama suatu tempat, bukanlah sekadar objek fisik, akan tetapi lebih pada makna simbolik sebagai aktualisasi diri manusia dan hubungannya dengan alam. Penamaan tempat tersebut bukan sekedar penanda identitas, tetapi juga mewakili hubungan yang mendalam antara manusia dan alam. tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui toponimi sebagai identitas keanekaragaman hayati dan kearifan lokal di Kapanewon Imogiri. Data yang digunakan adalah data nama nama tempat seperti padukuhan dan Kalurahan di Kapanewon Imogiri serta Studi literatur yang dilakukan dengan mengumpulkan literatur kajian, buku, jurnal toponimi dan keanekaragaman hayati. Metode penilitian ini terdiri dari pengumpulan data dan informasi, analisis data, dan penyajian data. Penelitian menggunakan metode dokumentasi dengan pendekatan deskriptif. Penerapan Toponimi sebagai identitas keanekaragaman hayati dan sebuah kearifan lokal pada wilayah Kapanewon Imogiri adalah ditemukan 20 nama padukuhan di Kapanewon Imogiri yang merupakan toponimi merujuk pada nama pohon lokal, yaitu Kedungjati, Nogosari, Pelemantung, Putat, Kalidadap I, Kalidadap II, Mandingan, Salaman, Miri, Jati, Jatirejo, Pelemadu, Pucunggrowong, Mojolegi, Bendo, Pundung, Cengkehan, Nogosari I, Nogosari II, dan Karangasem.&nbsp; Nama-nama tempat yang terhubung dengan flora lokal diharapkan dapat mendorong upaya pelestarian keanekaragaman hayati.</p> Yuyun Prohatining Rahmah, Rizqi Budi Arum, Fahada Hartika Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Riset Daerah https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/165 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0000 Tinjauan Etika Birokrasi terhadap Penegakan Sanksi Administratif bagi Toko Berjejaring oleh Satuan Polisi Pamong Praja di Kabupaten Bantul https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/166 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan sanksi administratif bagi toko berjejaring oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kabupaten Bantul ditinjau dari etika birokrasi, khususnya etika profesi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Permasalahan muncul karena terdapat kesenjangan antara ketentuan Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 21 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pasar Rakyat, Toko Swalayan, dan Pusat Perbelanjaan dengan praktik penegakannya di Kabupaten Bantul. Satpol PP Kabupaten Bantul tidak menegakkan sanksi administratif terhadap toko berjejaring yang melanggar ketentuan jarak dengan dalih perubahan nomenklatur perizinan pasca berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan bahan hukum primer dan sekunder yang dianalisis melalui deskripsi, sistematisasi, analisis, dan penilaian hukum positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan nomenklatur perizinan tidak dapat dijadikan dasar hukum yang sah untuk mengabaikan penegakan sanksi administratif, dan praktik yang terjadi bertentangan dengan prinsip-prinsip etika profesi PPNS</p> Adik Miftakhur Rohmah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Riset Daerah https://ojs.bantulkab.go.id/index.php/jrd/article/view/166 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0000